Facebook

Perbedaan Kambing dan Domba Yang Harus Kamu Ketahui!

Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan hari raya kurban. Karena pada hari tersebut umat muslim yang tidak mampu berhaji dianjurkan untuk berkurban. Saat ini kita mudah menemukan penjual hewan ternak disekitar lingkungan kita.

Memilih hewan yang dikurbankan tentu ada pertimbangannya. Ada yang memilih berkurban dengan unta jika dinegeri arab, bisa juga berkurban dengan sapi atau kerbau dan yang paling banyak terlihat adalah penjualan hewan kurban kambing. Hal yang paling penting adalah hewan tersebut dalam keadaan sehat.

Satu ekor kambing atau domba dikurbankan hanya untuk satu jiwa saja. Jika ingin kurban bersama-sama bisa dengan patungan sapi atau kurban sapi sepertujuh.

Masyarakat kita sering kali menganggap kedua hewan ini sama. Meskipun memiliki bentuk tubuh yang mirip, ternyata kambing dan domba adalah dua hewan yang sangat berbeda.

Dihimpun dari berbagai sumber berikut ini perbedaan antara Kambing dan Domba

1. Perbedaan taksonomi (pengelompokkan hewan)

Sama-sama berada dalam keluarga Bovidae, tetapi klasifikasi ilmiah untuk kambing domestik dan domba berbeda. Keduanya berbeda genus dan spesies. Kambing (Capra aegargus hircus) memiliki 60 buah kromosom, sedangkan domba (Ovis aries) memiliki 54 buah kromosom.

Kambing bisa saja dikawinkan dengan domba, tetapi hasil anakan umumnya steril atau tidak bisa bereproduksi lebih lanjut.

2. Perbedaan penampakan luar (bentuk fisik)

Berdasarkan penampakan luarnya, domba memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan pada kambing tubuhnya ramping. Domba memiliki bulu tebal, sedangkan kambing sangat tipis dan halus sehingga apabila dilihat sepintas tampak tidak berbulu.

Pada umumnya, domba memiliki tanduk berbentuk segitiga, membelit, atau spiral, sedangkan tanduk kambing berbentuk pipih. Bangsa domba umumnya tidak berjenggot, sedangkan kambing berjenggot.

Domba memiliki glandula suborbitalis atau kelenjar yang mengeluarkan cairan di mata bagian bawah dan glandula intergigitalis di celah kuku yang mengeluarkan sekresi semacam minyak yang berbau khas. Dengan demikian, apabila domba terpisah dari kawanannya, dapat dengan mudah untuk berkumpul kembali.

Pada umumnya, ekor kambing yang sehat selalu tegak dan ekor domba menggantung. Ekor domba sering kali dipendekkan agar kotoran yang keluar dari anus tidak menempel pada ekor.

3. Perbedaan tingkah laku dalam mencari makan

Kambing cenderung mencari dedaunan yang ada di pohon, sehingga mereka akan lebih banyak memanjat. Hal ini tidak ditemukan pada domba karena secara alami, domba lebih memilih untuk memakan rumput. Oleh karena itulah, kambing disebut dengan browser dan domba disebut dengan grazer.

4. Perbedaan tingkah laku kawanan

Kambing cenderung lebih aktif, mandiri, dan bisa berkeliling sendiri di suatu tempat. Hal ini menjadi alasan mengapa kambing berpencar saat digembalakan.

Berbeda dengan kambing, domba lebih sering berada dalam kawanan, sehingga domba lebih mudah dipelihara dalam area yang dibatasi pagar. Perilaku ini memudahkan gembala untuk mengawasi kawanan domba.

5. Kambing berbau prengus, tetapi domba tidak

Aroma prengus atau goaty smell ini dikeluarkan oleh beberapa kelenjar yang ada di kepala kambing jantan, tepatnya di belakang dasar tanduk. Aroma tersebut dikenal dengan nama 4-ethyloctanal, suatu jenis pheromone yang digunakan untuk menstimulasi ovulasi pada kambing betina.

Berbeda dengan kambing, domba tidak memiliki kelenjar penghasil pheromone tersebut. Oleh sebab itulah, domba tidak mengeluarkan bau tubuh prengus seperti kambing.

6. Perawatan dalam pemeliharaan

Domba mudah beradaptasi terhadap berbagai lingkungan. Kondisi yang relatif panas tidak menjadi penghalang pengembangan ternak domba. Hal itu karena tubuh domba yang hampir seluruhnya tertutup bulu tebal akan menahan penguapan lewat permukaan kulit sehingga tidak perlu banyak minum. Keperluan air cukup dipenuhi dari kandungan air dalam pakan hijauan.

7. Perkembang biakan

Domba lebih cepat berkembang biak daripada kambing. Dalam waktu dua tahun, domba dapat beranak sebanyak tiga kali dan sekali beranak bisa menghasilkan anak mencapai dua ekor.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) menyediakan dua jenis hewan tersebut dalam program kurban 1443 H, hal ini disesuaikan dengan ketersediaan ternak yang ada pada petani binaan. Paket yang ditawarkan adalah Domba/Kambing Premium dengan berat 23-25 kg senilai satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah dan Domba/Kambing Platinum dengan berat 28-31 kg senilai dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah. Bisa juga melalui https://www.bsmu.or.id/kurban1443h/ .

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Beranda
Donasi
Laporan
Cari